Assalamualaikum wr. wb. Hallo teman-teman!! Gimana kabarnya nih? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat yaa. Aamiin. Perkenalkan saya Cyla. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang SDN atau Software Defined Network.

Nah apa sih itu SDN?

Sebelum membahas SDN kita perlu tahu mengenai jaringan tradisional. Pada jaringan tradisional dalam memanajemen jaringan kita harus mengkonfigurasi langsung setiap perangkat satu per satu. Tapi apabila perangkat yang harus dikonfig sangat banyak maka hal tersebut tentunya tidak efisien, belum lagi adanya human error. Oleh karena itu hadirlah SDN dalam mengatasi masalah tersebut.

Software Defined Network (SDN) adalah konsep baru yang digunakan untuk mendesain, mengelola dan mengimplementasikan jaringan. Konsep dasar SDN yaitu pemisahan antara control plane dan data plane. Jika sebelumnya pada jaringan tradisional, control plane dan data berada pada satu perangkat yang sama, tetapi pada jaringan yang mengimplementasikan SDN, control plane dan data plane dipisah dalam perangkat yang berbeda. Control plane merupakan bagian pengontrol, sedangkan data plane bertanggung jawab dalam meneruskan data.

Arsitektur SDN

Ada tiga lapisan dalam arsitektur SDN yaitu :

  1. Application Layer : aplikasi dan layanan yang berjalan di jaringan.
  2. Control Layer : pengontrol SDN atau “otak” jaringan seperti ONOS dan RYU.
  3. Infrastructure Layer : berkaitan dengan data plane dan network devices seperti switch, router, dan perangkat keras fisik pendukung.

Agar infrastructure layer bisa berkomunikasi dengan control layer maka membutuhkan protokol seperti OpenFlow. Sedangkan agar control layer dan application layer bisa berkomunikasi maka membutuhkan API.

Pada jaringan yang sudah mengimplementasikan SDN, maka kita tinggal konfigurasi pada controllernya saja. Arsitektur SDN bertujuan untuk membuat jaringan menjadi lebih fleksibel dan mempermudah dalam mengontrol jaringan.

Manfaat SDN

  1. Direct programmability : jaringan SDN dapat diprogram secara langsung karena control plane dipisah dengan data plane, yang memungkinkan jaringan dikonfigurasi secara terprogram.
  2. Centralized management : jaringan dimanajemen secara terpusat di SDN Controller.
  3. Reduced capex : SDN berpotensi membatasi kebutuhan untuk membeli perangkat keras jaringan berbasis ASIC yang dibuat khusus.
  4. Reduced opex : kemampuan untuk mengotomatisasi pembaruan perangkat lunak jaringan yang berarti tidak perlu mengganti seluruh infrastruktur saat ada perubahan.
  5. Agility dan flexibility : SDN membantu pengorganisasian jaringan dengan cepat yaitu menyebarkan aplikasi, layanan dan infrasturktur baru.

Nah sekian penjelasan singkat mengenai SDN. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat yaa.

Referensi :

https://www.sdxcentral.com/networking/sdn/definitions/what-the-definition-of-software-defined-networking-sdn/

Last modified: October 18, 2021

Author

Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.